Air Terjun Kali (Kali Waterfall)

Air Terjun Kali (Kali Waterfall)

795
0

Untuk masyarakat di Indonesia bagian barat memang kata “kali” berartikan sungai. Namun di Manado nama kali adalah nama sebuah air terjun. Air Terjun Kali ini sesuai dengan namanya terletak di Desa Kali, Kecamatan Pineleng, Manado.
Cukup banyak wisata air terjun yang dapat ditemui di sekitar Manado, salah satunya Air Terjun Kali ini. Air terjun ini pertama kali ditemukan oleh masyarakat setempat bersama beberapa mahasiswa pencinta alam yang sedang menyusuri Sungai Malalayang pada tahun 1988.
Oleh masyarakat sekitar Air Terjun Kali ini lebih sering disebut dengan Air Terjun Tapahan Telu, disebut begitu karena obyek wisata ini memiliki 3 air terjun. Kedua air terjun tertinggi letaknya berdekatan yang memiliki ketinggian 60 meter sedangkan air terjun yang terendah ketinggiannya mencapai 20 meter, bukan ukuran yang pendek untuk sebuah air terjun.
Untuk menuju tempat wisata ini, dari pintu masuk pembayaran tiket para pengunjung harus berjalan kaki cukup jauh untuk menemukan tujuan utama. Para pengunjung harus berjalan kaki mengikuti jalan setapak untuk menembus rimbunan dedaunan dan pohon yang cukup bisa dibilang sebagian hutan.
Jalannya agak menanjak dan pas di puncak tertingginya kita dapat melihat ke arah utara dan kita akan melihat Laut Sulawesi dan hamparan Pulau Bunaken dan pulau yang mirip gunung alias Pulau Manado Tua. Perjalanan menggunakan kaki ini ditempuh sekitar 20 sampai 30 menit, melewati jalan setapak yang ada terlihat banyak lumut yang menempel.
Sebenarnya tempat ini memang dibawah asuhan pemerintah, jalan setapak yang dibuat pun dibiayai oleh pemerintah, namun sepertinya tindakan perawatan yang dilakukan memang kurang terlihat. Di sepanjang jalan setapak yang akan dilewati disediakan juga beberapa pos peristirahatan jadi para pengunjung dapat beristirahat sejenak sambil berfoto-foto.
Namun pos peristirahatan yang ada sedikit kurang terawat juga, banyak coret-coretan pengunjung. Mungkin karena kurang adanya pengawasan juga sebab jalan setapaknya cukup sepi, tidak ada penjual-penjual makanan atau pengawasan tambahan dari pihak pengelola jadi tangan-tangan usil makin menjadi jadi.
Sekitar 5 menit sebelum jalan setapak menemui ujungnya sudah terdengar suara gemericik air terjun dan perjalanan semakin mendekat dengan aliran sungainya semakin mendekat kita di Air Terjun Kali. Rasanya rasa letih sepanjang perjalanan tadi langsung terlupakan dengan keindahan air terjun yang ada di hadapan.
Sebelum sampai kita akan melewati jembatan kecil yang membawa kita menyeberangi sungai, dari jembatan air terjunnya terlihat sangat indah terlebih dengan ‘ucapan’ selamat datang dengan percikan air yang cukup membuat baju kita basah sungguh pemandangan yang cantik. Menuruni bebatuan yang ada sampailah kita di Air Terjun Kali.
Dan sesuai nama yang diberikan masyarakat yaitu Ratahan Telu air terjun disini memang ada 3 namun yang dua sedikit berhimpitan. Air disini sangat jernih dan karena terlalu derasnya air terjunnya berwarna putih pekat. Banyak bebatuan di bawah air terjun ini baik yang besar maupun kecil. Dan harus berhati-hati karena ada bebatuan yang berlumut dan licin.
Bagi pengunjung yang berani, bisa mendekat untuk lebih merasakan percikan airnya namun jangan nekat karena melihat tinggi dan banyaknya air yang terjun dari atas cukup berbahaya untuk berdiri tepat dibawah air terjun itu. Intinya tetap berwaspada. Kepadatan di air terjun ini menyesuaikan hari-hari libur, mayoritas pengunjung yang datang adalah wisatawan domestik.
Namun ada juga sebagian kecil turis asing yang mencicipi air terjun ini. Harga-harga disini relatif tetap dan cukup murah, namun untuk penjual makanan dan minuman cukup jarang disini, hanya ditemukan di sekitar pintu masuk.
Untuk mengunjungi obyek wisata Air Terjun Kali atau Ratahan Telu ini sangat mudah karena tidak jauh dari kota Manado hanya sekitar 30 menit dengan jarak tempuh sekitar 25 kilometer. Transportasi umum pun menjangkau sampai di depan pintu masuk obyek wisata ini. Dari pusat kota Manado kita melewati jalan Manado-Tomohon.
Jalannya cukup menanjak dan berkelok-kelok jadi kondisi kendaraan yang kita tumpangi harus dalam keadaan baik. Jalan yang akan dilalui semua beraspal namun ada beberapa titik di dekat-dekat air terjun yang jalannya rusak.
Menuju kesana tidak ada hal yang perlu dipersiapkan khusus, hanya uang tunai yang cukup, mengingat di desa tidak tersedia ATM ataupun pembayaran menggunakan kartu kredit atau debet atau bahkan meninggalkan KTP (ups.. bercanda yah). Persiapkan juga baju ganti, siap-siap kalau nanti mau puas-puas bermain air.
Dan juga makanan bagi yang gampang merasa lapar. Karena tepat di air terjun tidak ada penjual makanan, biasanya saking asiknya bermain akan membuat kita lapar. So, alternatif menuju Air Terjun Ratahan Telu ada menggunakan mobil pribadi, mobil sewaan, taksi dan transportasi umum. Untuk taksi harganya terlalu mahal jadi tidak disarankan, kecuali mau tawar-menawar alias tidak pake argo.
Menggunakan mobil sewaan anda dapat memperolehnya di Kota Manado dengan harga rata-rata Rp 250.000 per 24 jam. Untuk alternatif ini anda bisa beberapa kali mengunjungi tempat wisata dengan lebih mudah, tanpa di repotkan dengan berganti-ganti angkutan.
Sebagai acuan pengguna mobil/motor anda bisa keluar dari pusat kota Manado dan menuju jalan luar kota Manado-Tomohon. Sesudah sampai di jalan Manado – Tomohon sudah banyak disediakan petunjuk jalan.
Sedangkan untuk pengguna transportasi umum anda bisa menggunakan bus antar kota Manado-Tomohon yang bisa langsung mengantarkan anda di Air Terjun Kali, bus dapat anda temukan di Terminal Karombasan. Menggunakan bus ini anda cukup membayar Rp 6.000.
Dalam perjalanan anda akan melewati makam Tuanku Imam Bonjol, salah satu pahlawan terkenal di Indonesia, mungkin tempat ini bisa menjadi tempat wisata kedua saat nanti pulang. Dengan naik bus kita akan sampai tepat di pintu masuk Air Terjun Tapahan Telu, disini tiap pengunjung akan diharuskan membayar Rp 3.000 per orang.
Setelah masuk anda bisa mengikuti jalan setapak yang ada untuk menemukan Air Terjun Tapahan Telu. Tetap berhati-hati dan waspada menapaki jalan yang agak licin. So, enjoy your traveling.

TINGGALKAN KOMENTAR