Banyak Barang Antik di Seputaran Waruga Kinaangkoan

Banyak Barang Antik di Seputaran Waruga Kinaangkoan

1172
0

Foto : Ritual Pemindahan Waruga Kinaangkoan

Airmadidi, northsulawesipost.com – Banyak barang-barang Antik seperti mustika, mutiara dan benda antik lainnya yang terkubur bersama waruga waruga Kinaangkoan  di Desa Kawangkoan Kecamatan Kalawat.
Hal ini diungkapkan oleh Kaampetan (Daud Toreh) warga desa kali yang diundang khusus untuk menjadi salah satu mediator antara leluhur orang Tonsea dengan pihak terkait yang terlibat dalam acara Pemindahan Waruga Kinaangkoan yang dilaksanakan Kamis (15/12) siang kemarin.

“Disini banyak barang antik peninggalan leluhur,  bagi para pekerja yang dalam melakukan pemindahan dan menemukannya,  harus diserahkan ke pemerintah dan jangan disembunyikan. Jika ada yang berniat jahat dan menyembunyikannya maka akan makan diri sendiri,”  ungkap roh leluhur melalui perantara Daud Toreh.

Kegiatan tersebut diikuti oleh  Balai Sungai, Balai Pelestarian Nilai Budaya Rusli Monareh dan Pemkab Minut yang diwakili oleh Kadisbudpar Dra Femmy Pangkerego M.Pd ME.

Sementara itu, tim sembilan yang dipercayakan melakukan ritual pemindahan waruga ini terdiri dari  lembaga adat yaitu Brigade Manguni, Paimpuluan Ne Tounsea serta lembaga adat ne Tounsea.

Sebelum ritual dimulai Tim Makasiouw menyiapkan perangkat ritual yang terdiri dari Kitab Suci(Alkitab), pinang, sirih tembakau kapur sirih, gambir, telur rebus, nasi bungkus, kower(tempat minum dari bambu) untuk minum cap tikus, saguer(nira) dan kopi (pahit dan manis).
Kecuali Alkitab, semua perangkat lain berjumlah 81 buah yang merupakan jumlah dari Siou Maka Siou atau 9×9 yang adalah angka keramat dari para leluhur. Atau juga jumlah saudara bersaudara dari para leluhur.
Ritual ini memerlukan 2 orang Kaampetan(mediator) yang memediasi dialog antara para leluhur dengan pemerintah.
Jemmy Pangalila dan Daud Toreh yang menjadi kaampetan muda dan tua menyampaikan pesan-pesan para leluhur. Setelah Kaampetan Daud Toreh berada dalam kendali leluhur, atas perintah leluhur dibacakan Alkitab Perjanjian Lama Yeremia 10.
Usai kitab Yeremia dibaca.

Dengan menggunakan dua bahasa,Tounsea dan Tombulu, leluhur berpesan, dalam melakukan pemindahan waruga harus dilakukan dengan baik dan benar. “Atur yang rapih, jangan terlalu berhimpitan, yang masih dikenali nama mereka diletakan bersama. Sedangkan yang tidak dikenali dikelompokan bersama,”pesan leluhur kembali.

Terpisah, Kadisbudpar Minut Femmy Pangkerego mengapresiasi semua pihak yang ikut ter libat dalam Ritual Pemindahan Waruga Kinawangkaoan.

“Meskipun proyek ini dikerjakan dengan menggunakan dana APBN,  namun ini terletak di Minut dan kita warga Minut yang akan menerima manfaatnya. Terutama waruga yang dipindahkan ini akan menjadi destinasi budaya yang baru,” kata Pangkerego.

Sementara itu, Kasatker Marwah mendukung pemindahan ini. Menurut Marwah acara ritual pemindahan ini sangat diperlukan. Untuk memohon ijin para leluhur agar pekerjaan Waduk Kuwil ini biaa berjalan dengan baik. “Kami sangat berterimakasih kepada Pemkab Minut, lembaga adat, ormas adat dan semua komponen yang ikut terlibat dalam ritual ini,”  tutup Marwah. (jos)

TINGGALKAN KOMENTAR