Gubernur Olly Wujudkan KEK Pariwisata Likupang

Gubernur Olly Wujudkan KEK Pariwisata Likupang

70
0

Sulut, northsulawesipost.com – Kegigihan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dalam melobi pemerintah pusat untuk membangun daerahnya tak perlu diragukan lagi. Hal itu juga dilakukan Olly untuk mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang.

Apa yang disampaikan orang nomor satu di Sulut itu kepada Presiden Joko Widodo soal potensi pariwisata Likupang pada kunjungan Jokowi ke Sulut belum lama ini langsung direspons positif Presiden. Tentunya ini semakin melebarkan jalan untuk menjadikan KEK Pariwisata Likupang berkelas dunia.

Optimisme itu juga disampaikan Olly usai memenuhi undangan Jokowi untuk mengikuti rapat terbatas terkait pengembangan destinasi pariwisata prioritas.

“Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata ini jika didorong oleh pemerintah pusat pasti akan mampu mendatangkan turis sebanyak satu juta pertahun,” beber Olly ketika itu.

Semua upaya itu terbukti berhasil. Kini selain telah disetujui Dewan Nasional KEK sebagai KEK Pariwisata pada Kamis 15 Agustus 2019, nyatanya KEK Likupang juga segera disulap infrastruktur pelabuhannya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah bakal menganggarkan Rp 100 miliar untuk pembenahan infrastruktur pelabuhan di sekitar kawasan Likupang.

“Likupang itu sudah ada pelabuhan yang menghubungkan dengan beberapa lokasi wisata dan kami akan melakukan renovasi kurang lebih Rp 100 miliar,” kata Menhub usai rapat koordinasi di Kantor Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Menurutnya, potensi investasi di wilayah tersebut besar. Likupang sebenarnya sudah memiliki infrastruktur yang memadai, seperti bandara.

Namun, lintasan bandara tersebut juga rencananya bakal diperpanjang hingga 2.800 meter untuk penerbangan internasional.

Hal serupa juga diungkapkan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil. Menurutnya, pemerintah mendukung  pengembangan infrastruktur maupun pendukungnya, seperti jalan dan bandara.

Sofyan pun mengatakan, untuk penyediaan lahan  dan pembangunan infrastruktur saat ini tidak ada kendala. “Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tidak ada masalah,” ujarnya.

Project Development Head PT Minahasa Permai Resort Development (MPRD) Paquita Widjaya menyambut baik usulan pembentukan KEK Likupang. Pihaknya telah melengkapi seluruh dokumen persyaratan untuk mengembangkan bisnis di kawasan tersebut. Minahasa Permai juga telah menguasai lahan dengan status SHGB seluas 155 hektare dan SHM seluas 42,4 hektare di sana.

Perusahaan telah menyatakan komitmen investasi Rp 2,1 triliun untuk mengembangkan kawasan tersebut. Adapun investasi  dari pelaku usaha lain ditargetkan mencapai Rp 5 triliun.

Sesuai dengan konsepnya, KEK Likupang akan dikembangkan resort, akomodasi, fasilitas hiburan dan MICE. Di luar area KEK, akan dikembangkan pula Wallace Conservation Center dan Yacht Marina. Sering investasi terebut, jumlah tenaga kerja terserap diperkirakan mencapai 65.300 orang.

Berdasarkan dari perhitungan, pengembangan KEK Likupang diprediksi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara sebesar 162 ribu orang pada 2025. Jumlah tersebut berkontribusi sekitar 16% dari target yang ditetapkan oleh Gubernur Sulawesi Utara, yaitu 1 juta wisatawan mancanegara pada 2025.

Selain itu, KEK Likupang diprediksi mampu memberikan kontribusi devisa  sebesar Rp 22,5 triliun pada 2030.

Menurut rencana, KEK Likupang akan dikembangkan dalam tiga tahap. Pembangunan  tahap I akan dibangun seluas 92,89 hektare dengan kurun waktu tiga tahun ( 2020-2023).

Target investor yang akan masuk pada tiga tahun pertama tersebut adalah Maestro & Partners melalui pembangunan luxury resort senilai Rp 357 miliar, Sejuta Rasa Carpedia akan membangun beach club senilai Rp 307 miliar. Lalu, Dune World akan membangun luxury dive resort senilai Rp 50 miliar, dan Artha Prakarana akan membangun nomadic resort senilai Rp 36 miliar.

(S.Hadju)

TINGGALKAN KOMENTAR