Mayat Ditemukan Tergantung Membusuk di Lahendong, Ternyata Warga Kakas

Mayat Ditemukan Tergantung Membusuk di Lahendong, Ternyata Warga Kakas

830
0

Kapolres Tomohon turun langsung ke TKP penemuan Mayat gantung diri

TOMOHON, north sulawesi post – Kapolsek Tomohon Selatan IPTU TEDDY LENGKEY SH, Bersama Piket Polsek Mengevakuasi Korban Gantung diri di perkebunan Kelurahan Lahendong kecamatan Tomohon Selatan Kota Tomohon, tepatnya di perkebunan yang bernama Toulangkow. Jumat, 01 Desember 2017.

Kapolres Tomohon AKBP IK AGUS KUSMAYADI S.IK, setelah mendengar kabar dari Kapolsek Tomohon selatan, bahwa ada masyarakat yang menemukan Mayat gantung diri yang sebagian tinggal tulang dan tengkorak, Kapolres langsung menuju Tempat tersebut.
Setelah di identifikasi oleh Unit iden Reserse Polres Tomohon, ternyata Mayat tersebut bernama MAX SUAWA, 64 thn, laki2, Tani, Kristen, Paso jaga 9 kecamatan kakas kabupaten Minahasa.
Berawal dari saksi lelaki MARTEN MENDE beralamat di kel. lahendong lingkungan 3 kecamatan tomohon selatan, pergi ke kebun miliknya yang yg baru dibeli, bersama dengan lelaki meidi karepouan, kemudian saksi marten mende melihat ada mayat yg sudah berbentuk kepala tengkorak. Melihat adanya mayat, kedua saksi langsung menjauh dari tkp mayat dan langsung menepon lurah lahendong.
Unit identifikasi bersama piket polsek mendapati di tkp berupa handphone nokia warna putih dan rokok u-mild, setelah ditelusuri lewat nomor telepon korban terdapat panggilan keluar bernama “ibu pen” kemudian dihubungi ternyata bernama syane rumangkang alamat desa Passo Kecamatan Kakas.
Saat itu diketahui bahwa nomor telepon yang ada pada korban bernama Max Suawa alias goen yang dari keterangan syane rumangkang memang korban selama 1 bulan terakhir ini dicari-cari oleh keluarga.
Selanjutnya dari pihak penyidik mengarahkan keluarga untuk datang ke polres tomohon untuk mengecek kebenaran identitas dan ciri-ciri korban. Setelah keluarga korban sampai di Polres Tomohon dibenarkan oleh pihak keluarga bahwa korban adalah lelaki max suawa yang dikenali dari handpone nokia warna putih, topi warna abu-abu tulisan f1, dan sendal yang dipakai.
Keluarga telah membuat berita acara penolakan untuk diotopsi. (tribratanewstomohon/-red)

TINGGALKAN KOMENTAR