PT Hutama Karya dan PT Sino Road And Bridge Group Diduga Curangi...

PT Hutama Karya dan PT Sino Road And Bridge Group Diduga Curangi Perjanjian Tiga Subkon Proyek Tol Manado-Bitung

2038
0
Tampak Spanduk Bertuliskan Ketiga Kontraktor Yang Menuntut Hak Mereka. Dan Dijaga Ketat Oleh Pihak Kepolisian

Proyek Pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung Km 0-7 Terancam Mogok

Airmadidi, northsulawesipost – Proyek Pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung Sulawesi Utara yang dikerjakan oleh PT Sino Road AND Bridge Group Co.LTD dan PT. HUTAMA KARYA (Persero) diduga curangi 3 Subkontraktor nya.

Perwakilan Manejemen Ketiga Subkon Saat Menhampaikan Aspirasi Mereka Di Hadapan Manejemen PT Sino Road AND Bridge Group Co.LTD

Dugaan curang tersebut mencuat ke permukaan, ketika ketiga perwakilan Subkontraktor dan karyawannya mengunjungi kantor PT SINO ROAD AND BRIDGE GROUP co.LTD yang merupakan tandem dari PT. HUTAMA KARYA (Persero) pada Senin (02/10/2017) untuk menyampaikan keberatan mereka terhadap kesepakatan yang telah mereka sepakati awal.

 

“Mereka tidak mau membayar hak kami padahal kami kerja sudah berbulan-bulan, dan hasil serta volume pekerjaan pihak kami dan mereka, ada”, keluh Yudi Wakil Direktur CV Aurelio yang adalah salah satu perwakilan 3 Subkon yang bermasalah dengan HK.

Menurut Yudi, sistem kerja yang diterapkan oleh PT SINO ROAD AND BRIDGE GROUP co.LTD yang merupakan tandem dari PT. HUTAMA KARYA (Persero) telah sangat mengecewakan para Subkon yang ada, temasuk perusahaannya.

Ujar perwakilan perusahaan lainnya,”Ditambah dengan perusahaan kami, berarti sudah ada tiga (3) perusahaan yang telah diperlakukan sama haknya tidak dibayar. Ini’ kan tidak prosedural. Dan tentunya tindakan perusahaan super power tersebut tidak terpuji dan menghambat pembangunan yang selama ini digenjot Presiden Republik Indonesia. Proyek raksasa, pekerjaan besar, tapi pola kerja tidak profesional,” sembur wakil perusahaan lainnya kepada northsulawesipost.com.

Berdasarkan informasi yang dirangkum media ini, ada beberapa Subkon juga pekerjaannya telah dihentikan, karena penagihan yang hingga kini belum selesai dibayarkan oleh PT Sino Road And Bridge co.LTD dan PT Hutama Karya (persero). Parahnya lagi, beredar kabar bahwa ada Subkon yang tidak dibayar hak-nya telah diputus kontrak kerjanya oleh PT Hutama Karya.

Ketiga Subkon yang menuntut hak mereka menyesalkan sikap manejemen yang menangani urusan keuangan yang dianggap tidak professional tersebut.

Pada saat itu, perwakilan tiga manejemen perusahaan yang terdiri kurang lebih seratus orang tenaga kerja dari masing-masing perusahaan tersebut, menyambangi kantor PT SINO ROAD AND BRIDGE GROUP Co.LTD. yang merupakan tandem dari PT. HUTAMA KARYA (Persero), di wilayah Kecamatan Kalawat untuk menuntut hak mereka. Massa dan masing-masing perwakilan diterima oleh pihak manajemen General Superintenden Pimpinan Proyek Mr. Ge dan beberapa staf lainnya dan dimediasi oleh Kapolsek Airmadidi AKP Edi Susanto bersama full personil, sebab lokasi yang dipersengketakan masuk wilayah hukum Polsek Airmadidi Minahasa Utara.

“Sebagai mitra kerja, kami merasa telah dibodohi dan ditipu, karena gambar serta kubikasi yang diberikan pada awal kami kerja telah sesuai persetujuan dengan PT Sino Road And Bridge co.LTD. dan PT Hutama Karya. Kami heran, setelah pada akhir pekerjaan kami merasa bingung karena gambar serta kubikasi yang disodorkan saat kami menagih semuanya telah berubah. Sesuai hasil Tim ‘Joint Survey’ yang dibentuk oleh kami, didapati mereka pakai gambar baru, sesuai kemauan mereka. Itu’kan tidak sah,” sembur Yudi kesal.

Pada awalnya, PT Sino Road And Bridge co.LTD bersikukuh mereka pada posisi benar, tapi ketika perwakilan meminta development China itu menunjukkan DATA UKUR dari Gambar yang baru, pihak PT Sino Road And Bridge co.LTD seolah melunak, dan siap untuk sepakat sesuai permintaan ke-3 subkon itu.

Kapolsek Airmadidi, AKP Edi Susanto kepada media membenarkan kunjungan ketiga perusahaan itu. “Ada pergerakan massa, tapi belum berbentuk demo atau unjuk rasa. Massa yang mendampingi ketiga Subkon tersebut jelas adalah karyawan mereka masing-masing, ada karyawan tetap, ada juga karyawan harian,” kata Kapolsek.

Lanjut Kapolsek, “setelah memediasi kedua belah pihak, maka didapati kesepakatan bahwa hari Jumat 6 Oktober akan ada pertemuan lagi antara 3 subkon, PT Sino Road And Bridge co.LTD, PPK Tol, Konsultan dan pihak terkait lainnya.

“Tadi perusahaan telah berjanji akan pertanggungjawabkan permintaan yang dituntut 3 Subkon tersebut. Kita berharap semua berjalan lancar tanpa ada bentrok dan kekerasan fisik di wilayah hukum kami, maupun wilayah mana saja. Untunglah kedua belah pihak bisa bertindak profesional dalam pertemuan tadi itu,” tukas Kapolsek saat diwawancarai. (fecky Mamahit)

 

TINGGALKAN KOMENTAR