Rampas Kendaraan, Resmob Polres Minahasa Tangkap 5 Debt Kolektor

Rampas Kendaraan, Resmob Polres Minahasa Tangkap 5 Debt Kolektor

478
0

Minahasa, northsulawesipost.com – Tim Resmob Polres Minahasa yang dipimpin oleh Kanit Aiptu Rony Wentuk dalam waktu singkat berhasil mengamankan tersangka kasus perampasan satu unit mobil xenia warna silver DB 1057 CL yang terjadi pada kamis (25/4/2019) kemarin sekitar pkl. 6.30 Wita, di depan rumah makan Teras Kelurahan Roong Kecamatan Tondano Barat, jumat (26/4/2019).

Kronologi penangkapan, setelah menerima informasi adanya laporan perampasan mobil, tim Resmob Polres Minahasa yang dipimpin oleh Aiptu Rony Wentuk langsung melakukan lidik tentang keberadaan tersangka dan berhasil mengamankan 2 tersangka Am alias kowang (21) dan NW alias Gareng (30) di rumah Am di kelurahan Tuutu Tondano Barat tanpa ada perlawanan.

Selanjutnya tim Resmob langsung melakukan pengejaran terhadap dua tersangka lainnya Au (32) dan JD (37) yang kemudian menyerahkan diri kepada Team Resmob.

Setelah di Interogasi kepada salah satu tersangka, di ketahui barang bukti (babuk) kendaraan roda 4 Daihatsu xenia sudah berada di pelabuhan Bitung yang rencananya akan dikirim oleh para pelaku ke Makassar.

Mendengar keterangan dari tersangka, tim Resmob langsung segera menuju kota Bitung dengan membawa salah satu tersangka Au, setelah sampai di Kota Bitung kendaraan langsung dibatalkan pengirimannya, dan di bawa ke mako Polres Minahasa untuk proses lebih lanjut.

Salah satu tersangka CW alias Gayus yang sempat melarikan diri, dalam waktu singkat berhasil diamankan oleh Tim Resmob Polres Minahasa.

Tersangka CW alias Gayus yang sempat melarikan Diri dalam waktu Singkat berhasil di amankan Tim Resmob Polres Minahasa

Kapolres Minahasa AKBP. Denny Situmorang S.IK, melalui Kanit Reskrim Polres Minahasa AKP Muhamad Fadly, S.Sik, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa para tersangka saat melakukan kerjanya hanya ada surat perintah dari finance

“Mereka kerja cuma berdasarkan surat perintah dari finance tanpa di lengkapi sertifikat fidusia tanpa ada penetapan penyitaan dari pengadilan dan tanpa pendampingan dari pihak yang berwenang,” terang Kasat Reskrim Fadly.

Lanjutnya, pasal “368 KUHP terkait Pemerasan dan Pengancaman” dengan bunyi, 1. Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan.
(2) ketentutan pasal 365 ayat kedua, ketiga, dan keempat berlaku bagi kejahatan ini.

”Dengan unsur, Barang siapa, Dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain, dengan melawan hukum, memaksa orang dengan kekerasan atau ancaman supaya memberikan sesuatu, Atau Membuat maupun menghapuskan piutang,” pungkas Fadly.

Diketahui, kelima tersangka berprofesi sebagai debt kolektor dari PT Lesto yang bekerja sama dengan Finance First.

(Wil Wongkar)

TINGGALKAN KOMENTAR