Sertu Warno Bawakan Materi Radikalisme Dalam Perspektif Psikologi di Hadapan Mahasiswa Unima

Sertu Warno Bawakan Materi Radikalisme Dalam Perspektif Psikologi di Hadapan Mahasiswa Unima

104
0

Minahasa,-Tampil sebagai Narasumber, Sertu Warno Detuage membawakan Materi Radikalisme Dalam Prefektif Psikologi dalam acara yang digelar oleh Kodim 1302/Min bertempat di Aula Makodim Jalan Manguni Kelurahan Sasaran, Tondano Utara ,Minahasa Jumat (29/11)pukul 10.00 Wita.

Kegiatan diikuti oleh berbagai Komponen Bangsa antara lain, Unsur Masyarakat yang berasal dari wilayah jajaran Kodim 1302/Min, Unsur Mahasiswa dari Universitas Manado ( Unima ), para Babinsa, serta Personil Ridam XIII/Merdeka.

Pada kesempatan tersebut, Sertu Warno Detuge di awal pemaparannya menjelaskan tentang kata radikal, bahwa kata radikal berasal dari kata Radix ( Akar ), jadi Radikal itu diartikan sebagai “Secara Menyeluruh”, “Habis-habisan” Amat keras menuntut perubahan” dan Maju dalam berfikir dan bertindak

Menurut Warno, Radikalisme berarti paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaruan Sosial dan Politik dengan cara keras atau drastis, jadi Radikalisme dari sudut pandang Fungsional didefinisikan sebagai persiapan yang ditingkatkan untuk konflik antar kelompok dan keterlibatan yang ditekankan untuk itu, sedangkan dari sudut pandang Deskriptif, Radikalisme mengacu pada perubahan keyakinan, perasaan dan prilaku yang membenarkan kekerasan antar kelompok dan tuntutan untuk berkorban dalam membela kelompok mereka sendiri.

Sertu Warno Detuage juga menerangkan, tentang upaya penanggulangan Radikalisme, yaitu sebagai berikut;
1. Bangun kerjasama antar instansi.
2. Ajak Masyarakat untuk tolak sikap radikal dengan melibatkan seluruh kelompok agama melalui penyuluhan agama.
3. Terengkan kepada Masyarakat bahwa Radikalisme dan Terorisme adalah bentuk pelecehan agama dan kemanusiaan.
4. Tumbuhkan karakter keagamaan yang moderat dan menerima pluralitas.
5. Tekankan wawasan kebangsaan dalam pendidikan.
6. Kurangi atau hapus kesenjangan Sosial, Pendidikan, Ekonomi, Politik, dan Budaya secara luas.
7. Modernisasi kehidupan beragama dengan selektif, akomodasi sisi positif, dan eliminir sisi negatif berdasarkan Pancasila dan UUD 45, yang didukung nilai dn normayang berlaku dalam agama.

Di akhir materinya Sertu Warno mengungkapkan  bahwa fenomena Radikalisme dan Terorisme disikapi sebagai Wake Up Call, yang menyadarkan seluruh komponen Bangsa, untuk melakukan konsolidasi diri dengan usaha-usaha Early Warning System, pembinaan umat yang lebih efektif serta kerjasama kebangsaan yang lebih kokoh. ( J. Silaban ).

TINGGALKAN KOMENTAR