Usai Ditangkap Polres Minahasa Selatan, Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Mengenaskan

Usai Ditangkap Polres Minahasa Selatan, Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Mengenaskan

Jenazah Brigadir Yulianus yang penuh lebam (kiri), Foto Brigadir Yulianus semasa hidup dan saat ditangkap provos Polres Minahasa Selatan kondisi Yulianus masih sehat.(Foto:Dok KabarSelebes.com) Jenazah Brigadir Yulianus yang penuh lebam (kiri), Foto Brigadir Yulianus semasa hidup dan saat ditangkap provos Polres Minahasa Selatan kondisi Yulianus masih sehat.(Foto:Dok KabarSelebes.com

1658
0

Palu, nortsulawesipost.com – Seorang anggota brimob Polda Sulawesi Tengah bernama Brigadir Polisi Yulianus yang bertugas di Sub Detasemen IV, Detasemen A Pelopor  di Kabupaten Tolitoli, tewas dengan kondisi mengenaskan. Sebelumnya, Brigadir Yulianus ditangkap di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara karena diduga terlibat keributan, 10 Oktober 2016 lalu.

 

Informasi yang diperoleh, Brigadir Yulianus yang sedang tugas luar diduga terlibat keributan di Desa Tumpaan Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan. Akibatnya, anggota brimob Polda Sulteng ini ditangkap aparat dan diamankan di Mapolres Minahasa Selatan.

Saat ditangkap ditemukan senjata rakitan, samurai dan obat-obatan serta satu unit mobil avanza bernomor polisi DN 213 KA. Barang bukti tersebut disita aparat  kepolisian setempat. Brigadir Yulianus kemudian diserahkan ke Satuan Brimob Polda Sulawesi Utara.

Setelah menjalani pemeriksaan, Brigadir Yulianus diserahkan kepada Brimob Polda Sulawesi Tengah di perbatasan Provinsi Gorontalo dengan Sulawesi Tengah. Saat serah terima , kondisi Brigadir Yulianus sudah lebam-lebam. Brigadir yulianus langsung dibawa ke rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah untuk tindakan  medis.

Namun menjelang kamis 13 Oktober 2016 tengah malam, Brigadir Yulianus menghembuskan nafas terakhir.

Idris Suli, ayah Brigadir Yulianus mendesak kepada kepolisian agar mengungkap kasus penganiayaan berujung maut terhadap anak pertama dari empat bersaudara.

“Kami meminta jawaban dari pihak kepolisian mengapa anak kami meninggal dengan kondisi seperti ini. Jika dia meninggal karena membela negara, kami ikhlas,” kata Idris Suli, Sabtu 15 Oktober 2016 di rumah duka di kelurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan.

Sabtu 15 Oktober 2016, rumah duka dipenuhi oleh kerabat dan keluarga serta rekan-rekannya dari satuan Brimobda Sulawesi Tengah untuk melaksanakan ibadah penghiburan. Usai ibadah penghiburan jenazah Brigadir Yulianus dibawa ke Desa Berdikari, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi untuk dikebumikan.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal Rudy Sufahriady turut hadir menghantar jenazah Brigadir Yulianus. Rudy tidak banyak memberikan keterangan terkait kematian anggotanya dari satuan Brimob Polda Sulteng itu.

“Nanti saja. Ini lintas Polda karena kejadiannya berada di wilayah hukum Polda Sulawesi Utara. Almarhum ini adalah anggota saya,” kata Rudy Sufahriadi.(Kabar Selebes.com/NSP)

TINGGALKAN KOMENTAR